Jurus Jitu Pemprov Riau Kembangkan Pariwisata


Lantas apa yang tengah dipersiapkan Pemprov Riau menghadapi persaingan industri pariwisata di 2018? Gubernur Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman di sela-sela peluncuran Calendar of Event Riau, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Senin (13/2/2018) mengatakan, dua tahun belakangan Riau tengah membangun infrastruktur, yang hampir 100 persen selesai. Ke depan seperti arahan Menteri Arief Yahya, minimal jarak tempuh wisatawan untuk sampai ke Riau bisa dipangkas menjadi dua jam saja.

“Ada dua cek poin yang kita usulkan, di Rupat dan Kabupaten Belawan. Di belakang Bono, saya lupa nama desanya, saya usulkan dua itu menjadi cek poin. Karena dua tempat ini sangat dekat dengan Semenanjung, sehingga sesuai dengan arahan Pak Menteri jarak tempuh minimal dua jam. Jadi kalau itu lebih, mungkin karena faktor trafik,” ungkap Arsyadjuliandi.

Lebih jauh Arsyadjuliandi mengatakan, untuk penerbangan sendiri tiap hari ada rute Singapura-Pekanbaru, yaitu Tiger Air dan Silk Air bergantian. Ada juga rute Pekanbaru-Kuala Lumpur tiga kali, dan dari Malaka sekali sehari. Sementara dari Batam ada tiga kali sehari.

“Setelah ini kita akan konsolidasi untuk kita jadikan KEK, seperti Bono, Bengkalis. Luasnya kita akan berusaha sesuai apa yang diharapkan Pak Menteri, 300 hektare. Itu luas yang dibutuhkan untuk dibangun KEK,” ungkapnya menambahkan.

sumber : liputan6.com